Mengenal UKKI Unesa

Unit Kegiatan Kerohanian Islam Universitas Negeri Surabaya (UKKI Unesa) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa sekaligus Lembaga Dakwah Kampus di lingkungan Universitas Negeri Surabaya. UKKI Unesa menjadi wadah bagi mahasiswa muslim untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dalam dakwah Islam di lingkungan kampus maupun masyarakat.

UKKI Unesa resmi berdiri pada 22 Januari 1988 berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 0004a/PT33H/Kep/U/1988 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. UKKI Unesa berkedudukan di Kompleks Masjid Baitul Makmur Unesa dengan aktivitas yang mencakup lingkungan Kampus Ketintang dan Kampus Lidah Wetan.


Sejarah UKKI Unesa

UKKI Unesa berawal dari aktivitas kerohanian Islam yang berpusat di Kampus Ketintang. Seiring dengan perkembangan IKIP Surabaya menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), aktivitas UKKI turut berkembang dan menjangkau Kampus Lidah Wetan.

Dalam perjalanannya, UKKI Unesa terus melakukan pengembangan dan pembaruan sistem kepengurusan sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan organisasi, perkembangan mahasiswa, serta dinamika dakwah kampus.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan UKKI Unesa terjadi pada Muktamar Desember 2024. Pada momentum tersebut dilakukan penyatuan kepengurusan dan penghapusan sistem kewilayahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi, menyatukan potensi anggota, dan membangun UKKI Unesa sebagai satu kesatuan organisasi yang lebih terintegrasi.

 

Tiga Peran UKKI Unesa

UKKI Unesa menjalankan tiga fungsi utama yang menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas organisasi:

Organisasi Dakwah - Menjadi sarana untuk menghadirkan nilai-nilai Islam melalui berbagai kegiatan, kajian, pendidikan, media, seni, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Organisasi Kader - Menjadi ruang pembinaan dan kaderisasi untuk membentuk anggota yang berkarakter, bertanggung jawab, memiliki kepemimpinan, serta siap melanjutkan estafet dakwah.

Organisasi Kemahasiswaan - Menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, keterampilan, pengalaman berorganisasi, dan kemampuan berkolaborasi.

 

Struktur Bidang UKKI Unesa

Untuk menjalankan berbagai fungsi tersebut, UKKI Unesa menaungi 10 bidang yang terbagi dalam 3 departemen.

Departemen Pendidikan

Berfokus pada pengembangan pendidikan, keislaman, dan kajian ilmiah.

TQQ
Ta'limul Qiro'atil Qur'an

KAIL
Kajian Ilmiah

ANAK
Bidang yang menghadirkan aktivitas pendidikan dan pembinaan bernuansa keislaman bagi anak.

 

Departemen Pembinaan

Berfokus pada pembinaan anggota, kaderisasi, serta pengembangan sumber daya dan kepemimpinan.

Kaderisasi
Mengelola proses kaderisasi dan regenerasi organisasi.

PSDI
Pengembangan Sumber Daya Insani

Kemuslimahan
Menjadi ruang pembinaan dan pengembangan potensi muslimah.

 

Departemen Syiar

Berfokus pada penyebaran nilai-nilai Islam melalui kreativitas, media, pengabdian, dan pengembangan potensi anggota.

Infokom
Informasi dan Komunikasi

Kewirausahaan
Mengembangkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan anggota.

Pengmas
Pengabdian Masyarakat

Senbud
Seni dan Budaya

 

Kaderisasi dan Pembinaan

UKKI Unesa memiliki sistem kaderisasi yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Proses ini dirancang untuk membantu anggota mengenal nilai-nilai Islam, mengembangkan kapasitas diri, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari keberlanjutan organisasi.

Tahapan Kaderisasi

01. Studi Islam Intensi (SII)

Pengenalan dan penguatan dasar-dasar keislaman serta lingkungan dakwah kampus.

02. Leadership and Organization Training I

Pengembangan kemampuan dasar kepemimpinan dan organisasi.

03. Leadership and Organization Training II

Penguatan kapasitas kepemimpinan dan kesiapan berkontribusi dalam organisasi.

Selain melalui tahapan kaderisasi, pembinaan anggota juga dilakukan melalui halaqoh, kajian mingguan, dan mentoring.

 

Bergabung Bersama UKKI Unesa

UKKI Unesa terbuka bagi mahasiswa muslim jenjang D-4 dan S-1 Universitas Negeri Surabaya yang ingin belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam dakwah kampus.

Di UKKI, setiap anggota memiliki kesempatan untuk menemukan ruang tumbuhnya masing-masing—baik dalam pendidikan, kaderisasi, media, komunikasi, kewirausahaan, pengabdian, seni, maupun pengembangan diri.

Allah Ghayatuna, Muhammad Qudwatuna, Al-Qur'an Dusturuna.